Ternyata penyakit tidak datang begitu saja, tetapi ada penyebabnya, bahwa badan kita sehat adalah harapan setiap orang. Tetapi pada kenyataannya penyakit terjadi karena tidak berfungsinya jaringan kekebalan yang disebabkan defisiensi pertahanan tubuh kita.
Maka penyakit dapat dibagi dari cara penyebab datangnya, External dan Internal.
External : Bibit penyakit yang datang dikarenakan faktor luaran tubuh kita, Seperti : asap rokok, sinar ultraviolet, kimiawi, makanan dan polutan lainnya. Hasil metabolisme yang berlebihan dalam tubuh dari berbagai macam faktor diatas akan menghasilkan radikal bebas yang berimbas pada penurunan fungsi faal tubuh. Contoh penyakit yang ditimbulkan dari kelebihan radikal bebas adalah : serangan jantung, kanker, katarak, dan penurunan fungsi ginjal.
Sebenarnya tubuh dapat juga menetralisir radikal bebas, dengan zat antioksidan, akan tetapi jumlah produksi ataupun volume dari antioksidan dalam tubuh kita biasanya lebih sedikit dari jumlah radikal bebas yang kita dapatkan setiap hari. Sehingga menyebabkan ketidak seimbangan asupan dan pengeluaran. Tentu saja datangnya penyakit terjadi karena ketidak seimbangan.
Internal : Penyakit yang disebabkan lebih kepada disfungsi faal tubuh bawaan (mallfunction). Contoh : disfungsi ekskresi dikarenakan tidak lengkapnya saluran pembuangan dalam tubuh kita. Cacat disebagian tubuh, jantung, hati, dan lain sebagainya.
Untuk menangani faktor External mungkin kita lebih banyak menggali dan mengetahui dari mana kita bisa mendapatkan asupan antioksidan yang cukup. Sehingga ketika produksi zat antioksidan dalam tubuh kita cukup maka secara otomatis akan terjadi resistensi dalam tubuh kita terhadap radikal bebas. Tetapi jika yang terjadi sebaliknya, maka terjadilah defisiensi dalam tubuh kita.
Untuk memenuhi asupan Zat ANTIOKSIDAN Banyak HERBAL YANG MENGHASILKAN ZAT ANTIOKSIDAN ALAMI dan aman bagi tubuh kita. Banyak sekali buah dan sayuran penghasil Antioksidan yang tersebar dilingkungan kita dan murah akan tetapi kita nggak ngeh. Apa boleh buat ?? tak mengapa, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.
Ketika anti oksidan menyerang radikal bebas, mereka saling berikatan ,dan bersatu. Selanjutnya terbentuk radikal bebas yang baru yang relatif lemah dan tidak membahayakan.
VITAMIN A Vitamin A larut dalam lemak, dilaporkan dapat bereaksi dengan radikal bebas melalui struktur ikatan rangkapnya .
VITAMIN E Vitamin E adalah anti oksidan yang larut dalam lemak ,yang perlu ditambahkan dalam makanan. Cara kerja Vitamin E sebagai anti oksidan adalaha Vitamin E berjalan di seluruh tubuh bersama molekul yang namanya Lipoprotein, dan dapat melindunginya dari oksidasi sehingga tidak terbentuk radikal bebas. Oksidasi dari lipoprotein ini merupakan langkah awal pembentukan: Atherosclerosis ,pengerasan pembuluh darah dan berperan pada kerusakan hati
VITAMIN C Vitamin C larut dalam air, tidak dapat dibentuk oleh tubuh jadi harus dari makanan atau supplement ( buah-buahan dan sayuran). Vitamin C ini secara kuat dapat melemahkan radikal bebas serta mempunyai peran yang sangat penting dalam meningkatkan system kekebalan tubuh. Vitamin C dan vitamin E berjalan di seluruh tubuh bersama molekul yang namanya Lipoprotein, dan dapat melindunginya dari oksidasi sehingga tidak terbentuk radikal bebas.
SELENIUM Selenium terdapat di air minum, brokoli, kuning telur, bawang merah, bawang putih dan anggur merah Sebenarnya selenium bukan antioksidan tetapi berguna untuk produksi enzym-enzym yang berfungsi sebagai antioksi
Salam sehat selalu.
Minggu, 14 Februari 2010
ANTI OKSIDAN ( Netralizer Radikal Bebas )
Keragaman zat gizi sangat penting bagi kesehatan anak. Vitamin dan mineral anti oksidan temasuk dalam kelompok nutrisi yang dibutuhkan oleh anak. Anti oksidan, karoten (sumber vitamin A), vitamin C, vitamin E, dan mineral seperti Zinc dan Selenium dapat membantu memperbaiki sel-sel tubuh anak. ASI mengandung berbagai macam anti oksidan. Memberikan ASI adalah salah satu cara untuk membantu anak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan untuk menunjang tumbuh kembang mereka. Banyak bahan makanan yang mengandung zat anti oksidan yang dapat diberikan kepada anak anda saat mereka besar. Zat anti oksidan adalah substansi yang dapat menetralisir atau menghancurkan radikal bebas. Radikal bebas merupakan jenis oksigen yang memiliki tingkat reaktif yang tinggi dan secara alami ada didalam tubuh sebagai hasil dari reaksi biokimia di dalam tubuh. Radikal bebas juga terdapat di lingkungan sekitar kita yang berasal dari polusi udara, asap tembakau, penguapan alkohol yang berlebihan, bahan pengawet dan pupuk, sinar Ultra Violet, X-rays, dan ozon. Radikal bebas dapat merusak sel tubuh apabila tubuh kekurangan zat anti oksidan atau saat tubuh kelebihan radikal bebas. Hal ini dapat menyebabkan berkembangnya sel kanker, penyakit hati, arthritis, katarak, dan penyakit degeneratif lainnya, bahkan juga mempercepat proses penuaan. Radikal bebas dapat merusak membran sel serta merusak dan merubah DNA. Merubah zat kimia dalam tubuh dapat meningkatkan resiko terkena kanker serta merusak dan menonaktifkan protein. SUMBER VITAMIN A (Karotenoid) Karotenoid berinteraksi dengan vitamin C, vitamin E, dan Selenium sebagai zat anti oksidan. Karoten berperan dalam meningkatkan sistem immunitas tubuh melalui efek anti oksidan. Vitamin A juga menjamin perkembangan kulit yang sehat, membran mukosa, kelenjar thymus dan jaringan lymphoid, dan semua hal yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh. VITAMIN C Vitamin C bersama dengan vitamin E dapat melindungi sel dari perlawanan peroksidasi lemak didalam sel. Vitamin C juga dapat berfungsi sebagai pencegah kanker. VITAMIN E Sebagai anti oksidan yang sangat kuat, Vitamin E bekerja dengan cara mencari, bereaksi, dan merusak rantai reaksi radikal bebas. Beberapa manfaat penggabungan fungsi anti oksidan vitamin E antara lain dapat mencegah kanker, penyakit hati, dan memperbaiki sistem kekebalan tubuh.
SELENIUM Selenium merupakan mineral penting yang berfungsi untuk mempertahankan kesehatan dan mencegah penyakit. Sebagai bagian dari enzim anti oksidan, Selenium berperan dalam sistem pertahanan tubuh. Dalam kapasitas anti oksidannya, selenium bekerja sama dengan vitamin E untuk mencegah terjadinya kerusakan sel tubuh. Bayi dan balita membutuhkan lebih banyak Selenium pada masa pertumbuhan Kebutuhan akan Selenium bagi bayi usia 0–6 bulan adalah 10 mcg per hari dan 15 mcg per hari untuk anak usia 6–12 bulan. ASI adalah sumber selenium terbaik. X Selenium yang terdapat dalam ASI tergantung pada asupan makan ibu dan tahap menyusuinya. Bahan makanan sumber Selenium antara lain: daging, ikan, dan sereal. Kebutuhan akan selenium bayi dan anak terus meningkat seiring cepatnya pertumbuhan mereka.
Flavonoid merupakan zat polyphenol yang banyak ditemukan dalam buah-buahan, sayuran dan rempah-rempah (misalnya teh, jahe). Flavonoid diproduksi hanya pada tumbuhan. Terdapat kelompok yang beragam bentuk dari phytochemical, lebih dari empat ribu macam jumlahnya. Ditinjau dari manfaatnya untuk penambah gizi manusia, flavonoid adalah komponen penting dari diet yang sehat karena aktifitas kandungan antioksidannya. Namun demikian, potensi antioksidan dan efek khusus flavonoid dalam memperkuat kesehatan manusia bervariasi tergantung pada jenis flavonoidnya (kimia, fisik, dan kondisi strukturalnya). Di antara jenis antioksidan kuat flavonoid adalah quercetin, catechin dan xanthohumol. Flavonoid dan Sumber-sumbernya Contoh makanan sumber flavonoid mencakup: Teh: The hijau putih atau the hitam adalah sumber yang kaya flavonoid, khususnya flavonol (catechin, epicatechin, epigallocatechin, epicatechin gallate). Teh adalah sumber yang baik quecertin. Bawang Merah : Falvonoid utama pada bawang merah adalah quercetin. Flavonoid lain dalam bawang merah adalah kaempferol dan myricertin. Madu: Tergantung pada jenis bunga yang dihisap oleh lebah, madu mengandung myricertin, dan quercetin. Makanan lain sumber flavonoid adalah kacang-kacangan, bayam, gandum, strawberry, blueberry, Konsentrasi dan komposisi dari flavonoid dalam tanaman dapat bervariasi, tergantung pada kondisi pertumbuhan, kedewasaan, bagian tanaman, dan varietasnya. Manfaat kesehatan Flavonoid Manfaat flavonoid pada kesehatan manusia sebagian dijelaskan oleh aktivitas antioksidan. Karena kandungan bahan antioxidative pada flavonoid yang baik, sehingga dapat menunda atau mencegah timbulnya penyakit (seperti kanker) disebabkan oleh radikal bebas. Flavonoid juga menghambat oksidasi LDL oleh radikal bebas. Flavonoid telah dilaporkan memiliki korelasi negatif dengan insiden penyakit jantung koroner. Selain itu, flavonoid anti-bakteri, anti-virus, anti-tumor, anti inflamasi, antiallergenic, dan efek vasodilatory.
Flavanoid di Blackberry (Berry Hitam), Cara Alami Melawan Kanker!
KapanLagi.com - Sebuah penelitian terbaru yang diadakan oleh para peneliti di Pusat Penelitian Pertanian AS dan Institut Nasional bagi Kemanan dan Kesehatan Pekerja, menemukan bahwa campuran tertentu yang terkandung dalam buah Blackberry segar sangat berkhasiat untuk menghancurkan sel kanker dan tumor ganas. Campuran tersebut adalah jenis flavonoid cyanidin-3-glucoside (C3G), yang bisa larut dalam air. Flavonoid adalah jenis campuran yang dihasilkan oleh tumbuhan secara alami, yang berfungsi sebagai antioksidan. Campuran tersebut seperti pada zat warna tanaman dan walaupun tak tergolong sebagai bahan gizi penting, mereka mampu menghasilkan vitamin C, yang menjadikannya antioksidan yang sangat kuat. Flavonoids juga dibutuhkan untuk memelihara dinding kapiler dan melindungi dari infeksi. Kekurangan flavonoid akan menyebabkan tubuh mudah memar. Campuran flavonoid dapat ditemui pada buah-buahan seperti berry, apel, bawang putih, anggur merah, teh, anggur hijau, jeruk, jeruk lemon, cherry, sayur-sayuran hijau, alga biru dan hijau dan banyak lagi yang lain. Flavonoid tak hanya melindungi dari zat berbahaya yang merusak sel, tapi juga mencegah tumbuhnya bibit penyakit kanker dalam tubuh, memperlambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker dalam tubuh, dan lain-lain. Walaupun studi yang terdahulu menunjukkan bahwa hampir semua buah-buahan dan sayuran mengandung campuran anti-kanker yang sangat ampuh, para peneliti gagal menemukan apakah jenis antioksidan tanaman yang menghancurkan sel tumor itu dan bagaimana cara kerja mereka. "Hanya sedikit yang diketahui tentang kandungan aktif dalam antioksidan ini dan bagaimana komponen ini menggunakan 'kemampuan'-nya untuk mencegah tumbuhnya bibit kanker," kata tim yang terlibat dalam penelitian itu. Dalam percobaan yang dilakukan pada seekor tikus, para peneliti menemukan bahwa flavonoid C3G sangat efektif melawan kanker kulit. Tikus percobaan tersebut mengalami kanker kulit sebelum para ilmuwan memulai memberinya suplemen yang mengandung C3G. Setelah jangka waktu tertentu, para peneliti menemukan bahwa campuran blackberry sangat aktif melawan tumor kulit yang sangat menular dan menghambat pertumbuhan dan penyebaran dari tumor tersebut. Percobaan yang sama dilakukan pada tikus yang menderita penyakit kanker paru-paru, salah satu jenis kanker yang bisa menyebar serta menginfeksi organ lain dalam tubuh. Suplemen flavonoid C3G terbukti sangat efisien dalam melawan penyakit kanker paru-paru dan juga mencegah pertumbuhan dan penyebaran tumor.
Flavonoids dikenal sebagai salah satu substansi antioksidan yang berkekuatan sangat kuat hingga dapat menghilangkan efek merusak yang terjadi pada oksigen dalam tubuh manusia. Sekarang ini para peneliti sangat tertarik mengenai potensi manfaat substansi kimiawi tersebut yang juga banyak terkandung dalam bawang bombay, apel, dan anggur merah.
Sementara penelitian terdahulu menyimpulkan bahwa minum teh adalah baik bagi kesehatan jantung, temuan terakhir menyimpulkan kebenaran efek dramatik tersebut bagi pria maupun wanita. Penelitian tersebut mencakup hasil penelitian atas teh yang dihasilkan dari jenis teh hitam. Para ilmuwan peneliti menyatakan bahwa teh hitam mengandung plavonoids yang berkekuatan lebih kuat dibanding teh hijau, sementara teh herbal disimpulkan ternyata tidak mengandung sedikitpun flavonoids. Hasil penelitian terbaru para peneliti Belanda memperlihatkan bahwa orang yang meminum satu hingga dua gelas teh setiap hari akan menurunkan resiko sampai sekitar 46% terhadap gangguan penyakit aortic atherosclerossis, yaitu penyempitan pembuluh darah arteri yang disebabkan terjadinya penimbunan lemak atau substansi lainnya dalam dinding dalam saluran pembuluh darah. Dengan minum sampai 4 gelas teh maka penurunan angka resiko berkurang sampai 69%.
Hasil temuan didasarkan atas penelitian di Belanda terhadap 3,454 orang yang berkondisi bebas dari gejala penyakit jantung pada awal penelitian dilakukan. Hasilnya dipublikasikan dalam edisi terakhir Archives of Internal Medicine, suatu jurnal ilmiah terbitan Chicago, USA.
Menariknya kandungan flavonoid dalam sarang semut cukup tinggi, sebagaimana yang ada sangkar lebah, sehingga dengan adanya flavonoid di sangkar lebah, menjadikan tempat tersebut aman dari segala ancaman penyakit, bahkan radiasi radioaktif sekalipun.
Menurut penelitian Flavonoid merupakan golongan senyawa bahan alam dari senyawa fenolik yang banyak merupakan pigmen tumbuhan. Saat ini lebih dari 6.000 senyawa yang berbeda masuk ke dalam golongan flavonoid. Flavonoid merupakan bagian penting dari diet manusia karena banyak manfaatnya bagi kesehatan. Fungsi kebanyakan flavonoid dalam tubuh manusia adalah sebagai antioksidan sehingga sangat baik untuk pencegahan kanker. Manfaat flavonoid antara lain adalah untuk melindungi struktur sel, memiliki hubungan sinergis dengan vitamin C (meningkatkan efektivitas vitamin C), antiinflamasi, mencegah keropos tulang, dan sebagai antibiotik.
Dalam banyak kasus, flavonoid dapat berperan secara langsung sebagai antibiotik dengan mengganggu fungsi dari mikroorganisme seperti bakteri atau virus. Fungsi flavonoid sebagai antivirus telah banyak dipublikasikan, termasuk untuk virus HIV (AIDS) dan virus herpes. Selain itu, flavonoid juga dilaporkan berperan dalam pencegahan dan pengobatan beberapa penyakit lain seperti asma, katarak, diabetes, encok/rematik, migren, wasir, dan periodontitis (radang jaringan ikat penyangga akar gigi). Penelitian-penelitian mutakhir telah mengungkap fungsi-fungsi lain dari flavonoid, tidak saja untuk pencegahan, tetapi juga untuk pengobatan kanker.
Pada Sarang Semut menunjukkan bahwa tumbuhan ini mengandung senyawa-senyawa kimia dari golongan flavonoid dan tanin. Hal ini sesuai dengan basil penelitian yang telah dilakukan oleh para peneliti yang mempelajari golongan senyawa ini dalam kaitannya dengan sistem pertahanan diri tumbuhan Sarang Semut.